8.3.10

Hitam Putih Orientasi Sexku ( 2 )

12 tahun yang lalu.
Waktu itu aku duduk dikelas 1 SMP di Jl. Pakubuwono Mayestik, aku punya sahabat namanya Fara, anaknya baik cantik, papanya bule atase perdagangan Jerman, mamanya orang Jawa. Fara tidak kelihatan indo karena wajahnya hampir mirip dengan mamanya, tapi kakaknya Kak Donna wajah indo mirip Sopia Latjuba, tinggi cantik, sexy.
Aku sendiri tinggal di daerah Kebayoran Baru komplek pejabat PU, kebetulan ayahku bekerja di Dep. PU. Saat itu ayahku sedang dikirim study S2 ke Australia, praktis dirumah aku cuma tinggal dengan satu-satunya kakak cowo dan mama.

“Melanie..!!!” aku dengar Fara teriak memanggilku sambil berlari menyusulku, aku memang buru-buru keluar kelas ketika bel pulang sekolah bunyi, perutku sakit sekali siang itu.

“Hari ini giliran kamu nginap dirumahku ya..” ucap Fara ketika sudah disampingku.

“Iya niy..tapi kayanya aku nga bisa Far, aku langsung pulang aja, perutku sakit”

Sudah menjadi kebiasaan, setiap weekend aku dan Fara gentian nginap, minggu yang lalu fara nginap dirumahku, sekarang giliran aku mesti nginap di rumah Fara.

Akhirnya meski awalnya aku males, tapi karena merasa ngg enak dengan Fara, aku berangkat juga nginap dirumah Fara, tanpa pulang kerumahku terlebih dahulu. Karena sudah menjadi rutinitas tiap weekend aku sudah ada beberapa baju dirumah Fara, demikian juga sebaliknya.
Sepanjang perjalanan didalam mobil tanpa mempedulikan sopir Fara, aku saling becanda, dan sedikit menghiburku sampai lupa sakit perutku, kami saling menceritakan cowo kita masing-masing. Meskipun baru kelas 1 SMP aku dan Fara sudah punya pacar pada waktu itu.

Di kamar mandi rumah rumah Fara, ketika aku ganti baju, aku kaget dan shock, ketika aku dapati darah di meqiku, aku teriak-teriak histeris, dan aku sedikit tenang dan lega ketika mama Fara menjelaskan ke aku kalau itu darah menstruasi. Pantas sepanjang hari aku sakit perut, ternyata aku mau dapat menstruasi yang pertama kali.

Malam itu diruang keluarga, aku, Fara, mama fara ngobrol sambil lihat film video, Kak Donna aku lihat mondar-mandir sambil telepon temennya, sepertinya mau keluar malam mingguan.

“Mah..Donna jalan dulu ya…” kak Donna pamit pada mamanya, malam itu kak Donna aku lihat cantik banget, dengan rok mini bahan jeans kelihatan kakinya yang jenjang dan putih mulus kelihatan sexy sekali, toket yang besar kelihatan makin sexy dengan kaos ketat warna hitam. Orangnya energik, kalau dirumah ngga bisa diam ada aja yang dikerjain, selain rajin fitness juga rajin berenang dan basket. Sekolahnya juga tempatnya bule-bule dan anak-anak ekspatriat di J.I.S kelas 2 SMA

“Ntar Melanie tidur di kamarku aja..Fara biar nemenin mama” aku agak kaget, karena Kak Donna ngomong sambil jalan mencet hidungku. Malam itu memang papa Fara sedang keluar negeri.
Aku tengok kak Donna sudah hilang dari ruang keluarga, tinggal bau harum parfum yang masih tersisa, bau parfum yang keras kaya parfum cowok.

Sudah hamper jam 1 pagi, aku belum bisa tidur, kak Donna juga belum pulang, springbed ukuran king, terlalu besar menurutku untuk tidur kak Donna sendiri, aku bangun dari tempat tidur ke toilet yang ada di dalam kamar itu juga, mungkin hari pertama haid aku jadi mesti sering ganti pembalut, perasaan juga risih banget.

Baru aja aku tarik selimut bermaksud mau tidur lagi, tiba-tiba pintu kamar ada yang buka, kak Donna baru pulang rupanya.

“Koq belum bobo..?” Tanya kak Donna melihat aku belum tidur, aku lantas duduk dengan kaki masih ketutup selimut dan badan aku senderkan di senderan tempat tidur. Aku perhatikan kak Donna menaruh tasnya, trus melepas sepatunya ngga lama kemudian masuk kamar mandi yang ada di dalam kamar itu juga

Aku raih guling, sambil masih duduk aku peluk gulingku, ngga lama kemudian kak Donna keluar dari kamar mandi, astaga..!!! dia keluar dari kamar mandi telanjang bulat, aku perhatikan jembinya lebat sekali dan toketnya juga bagus besar tapi kencang.

“Koq..bengong gitu..? kenapa ? kagum ya ama badan aku..?, Melanie..ntar kalau kamu udah gadis kaya kakak gini kamu pasti juga cantik, tetek kamu juga pasti segede ini, trus jembi juga selebat ini, body kamu juga pasti aduhai…..kamu uda mens kan ..? brarti kamu uda mau dewasa….”.

Aku dengarkan dan perhatikan kak Donna yang dengan telanjang bulat sambil gaya lenggak-lenggok kadang sambil memegang teteknya, kadang tolak pinggang, bergaya sambil ngomong seperti pamer dan menasehatiku. Sementara aku hanya bengong sambil memperhatikan setiap gerak-geriknya, yah..kak Donna memang luar biasa cantik, dalam pikiranku nanti kalau aku sudah dewasa ingin secantik dan sesexy dia, aku kagum ama kak Donna.

Dan malam itu aku tidur dengan nyenyak dalam pelukan kak Donna, yang aku rasakan aku tidur sambil dipeluk dan dielus-elus rambutku, aku merasa nyaman, dalam pikiranku aku merasa kak Donna sayang sekali denganku.

Weekend berikutnya kalau pas aku nginap dirumah Fara, aku selalu tidur di kamar kak Donna. Lama-lama aku juga merasa sayang dengan kak Donna, kebetulan aku ngga punya kakak cewe, aku merasakan perhatian dan rasa sayang kak Donna. Kadang-kadang kalau lama ngga ketemu aku merasa kangen. Tidur dalam pelukan kak Donna membuat aku merasa nyaman dan damai.

Weekend itu aku masih ingat bulan April, karena kak Donna ultah, sesudah dirayakan dirumah, dengan temen-temen kak Donna yang hamper semuanya cewe, mereka terus lanjut dirayakan keluar, yang aku denger dirayakan di café. Aku, Fara dan mamanya tidak ikut.

Malam-malam ditengah tidurku, aku merasa ada yang memeluk dan menciumku dengan lembut, kak Donna rupanya udah pulang dari café merayain ultahnya. Karena aku ngantuk sekali aku lanjutkan tidurku, tapi ah..tiba-tiba aku mencium bau minuman yang menggangguku, kak Donna mungkin habis minum pikirku. Aku tetap pura-pura tidur.

Tapi bukan bau minuman yang membuat kaget, tapi aku merasakan tangan kak Donna yang awalnya Cuma memeluk diatas perutku dan hidung dan mulutnya menempel dipipiku, tangan itu sekarang bergerak bergeser tepat diatas tetekku, ngikutin kebiasaan dan saran kak Donna aku tiap tidur tidak pakai bra, malam itu aku pakai celena pendek dan kaos, sedangkan kebiasan kak Donna kalau tidur Cuma pakai cd bahkan kadang telanjang bulat.

Tangan kak Donna sekarang tidak hanya memegang tetekku tapi aku bisa merasakan mengelus kadang seperti meremas tetekku. Aah..kak Donna iseng atau sekedar bercanda pikirku waktu itu, seperti kebiasaan kak Donna kalau becanda denganku suka mencubit, memegang kadang meremas tetekku, kadang paha, kadang pantat bahkan kadang suka meqiku.

Aku merasa nafasku aku sedikit sesak, dengan masih pura-pura tidur aku tarik nafas dan hembuskan kuat, sejenak tangan kak Donna diam, tapi masih memelukku dengan telapak tangan persis di tetekku.
Dengan posisi aku tidur terlentang dan kak Donna miring kekiri memelukku, tiba-tiba aku rasakan tangan kak Donna sekarang menyentuh perutku, tangannya sudah masuk dibalik kaosku, dielus perutku dengan lembut, dan hidung kak Donna digesek-gesekkan disekitar pipiku, aku merasa geli, bibirnya kadang seperti hamper mencium bibirku, aku masih pura-pura tidur dengan sedikit mengatur nafasku, biar kak Donna pikir aku tertidur pulas, aku penasaran ingin tahu apa yang kak Donna mau lakukan selanjutnya.

Tangan kanan kak Donna dibalik kaosku sekarang tidak hanya mengelus perutku, dia mulai mengelus tetekku kadang meremas secara bergantian. Nafas kak Donna mulai terasa agak hangat di pipiku, dan sedikit terengah-engah. Aku sendiri bingung apa yang aku rasakan, antara geli, enak yang aku tahu punting tetekku seperti sedikit mengeras.

“Melanie, kak Donna sayang kamu..” aku dengar kak Donna ngucapin kalimat seperti mendesah bibirnya tepat dikuping kananku, jelas aku makin kegelian, bahkan aku merasakan lidah kak Donna seperti menyentuh dengan lembut kupingku, turun keleherku, aku hamper tercekik kegelian tapi aku tahan sekuatnya.

Dipikirnya aku tertidur pulas, kak Donna makin berani…ditariknya kaosku keatas, diciumin perutku kadang seperti dijilati perutku, sekarang kaki kanan kak Donna ditopangkan diatas paha kananku, aku merasa meqi kak Donna dengan bulu lebatnya menempel dipahaku.

Aahh…kegelian ini aku rasakan lama-lama seperti kenikmatan, diciumin bibirku, turun keleher terus perut, dasyat sekali rasanya sentuhan, ciuman dan jilatan kak Donna. Aku hamper tidak bisa mengendalikan nafasku waktu kak Donna mulai menciumin dan menjilatin tetekku, nikmat sekali rasanya….dan meqiku seperti ada cairan aku merasakan basah diseputar meqiku.

Ohh…kak Donna apa yang kamu lakukan..pikirku dalam hati, tiba-tiba aku merasakan kaki kak Donna sudah tidak menopang di pahaku, dan tangan kak Donna juga berhenti menyentuhku, sejenak aku rasakan kak Donna tidak melakukan apa-apa.

Aku buka sedikit mataku, kak Donna sekarang duduk masih disampingku, karena dia menghadap ke kakiku aku bisa melihat punggungnya, karena aku lihat dia mau menoleh ke arahku aku buru-buru pejamkan lagi mataku, ketika aku tengah berpikir sedang apa dan mau apa kak Donna, tiba-tiba telapak tangan kak Donna menyentuh perutku, trus kebawah diselipkan telapaknya dibawah celana pendek sekaligus cdku…dengan lembut dielusnya meqiku dengan telapak tangannya, aku buka sedikit mataku, aku bisa melihat kak Donna dengan tangan kirinya mengelus meqiku sementara tangan kanannya bergerak-gerak disekitar pahanya.

Ohh..kak Donna nikmat sekali..gumamku dalam hati, meqiku dimain-mainin dielus dengan jarinya, ohh..jari itu sekarang diputar-putar disekitar clitorisku…..aahhhh…aku mulai blingsatan….kak Donna aku perhatikan tangan kanannya semakin cepat bergerak disekitar pahanya, kadang kepalanya ditengadahkan kelangit-langit kamar seperti menahan sesuatu, kadang aku mendengar mendesah, kadang seperti menyebut namaku.

Dan tiba-tiba aku merasa menegang disekujur tubuhku, menegang disekitar meqiku, aku tegangkan kedua kakiku karena aku merasa ada sesuatu yang mau mengalir dan ingin aku keluarkan di meqiku, kak Donna makin cepat mengelus tepatnya megesek-gesek jarinya di clitorisku.
Direbahkan tubuhnya kebelakang tepat disampingku, sekarang aku bisa melihat tangan kanan kak Donna digesek-gesekkan di meqinya dan tangan kirinya masih di meqiku, aku terasa melayang…aku merasa mau ilang sadar…sejenak aku merasakan kenikmatan yang luar biasa tetekku makin menegang, meqiku makin menegang…antara sadar dan tidak kenikmatan itu makin nyata dan seperti meluluhkan seluruh tubuh dan kesadaranku…aku cuma bisa mendesah dalam hati dan melepaskan seluruh nafasnya yang tadi sepersekian menit aku tahan, seiring aku hembuskan nafasku…serasa ada yang mengalir di meqiku….aah…luar biasa nikmat sekali….nafasku tersengal-sengal, beberapa peluh seperti membasahi tubuhku….

Aku buka lagi sedikit mataku, aku lihat kak Donna dengan kaki sedikit ditekuk paha dikangkangin semakin cepat jari-jarinya menggesek-gesek meqinya…mulutnya seperti mengigau dengan kata-kata yang ngga jelas….dan tiba-tiba diangkat kakinya yang kanan diremasnya toketnya dengan tangan kirinya yang tiba-tiba ditariknya dari balik cdku terus dia remas-remas tetekknya sendiri dan seiring dijatuhkan kaki kakanannya di tempat tidur aku lihat kak Donna seperti terengah engah…..

Besoknya waktu makan pagi bareng-bareng di meja makan, aku perhatiin kak Donna bersikap biasa aja, akupun juga coba mengikutin sikapnya. Seakan akan tidak terjadi apa-apa. Tapi yang aku pikirkan dan tanyakan dalam hati, apakah kak Donna tahu kalau semalam aku tidak tidur bahkan aku bisa menikmatin semuanya.

Biasanya setiap minggu sore aku dijemput bokap pulang, tapi malam itu aku mesti nginap lagi, karena Fara minta aku ajarin PR matematika.

Selesai belajar di ruang keluarga, aku bergegas masuk kamar untuk tidur, begitu masuk ke kamar, kak Donna masih ngobrol dengan temennya yang sempat dikenalin ke aku namanya Deby.

“Udah kelar blajarnya Mel..?”

“Udah kak…aku tidur dulu ya kak..” aku jawab sambil menguap..ngantuk banget dan aku mesti buru-buru tidur karena besok mesti sekolah.

Aku segera merebahkan badanku ditempat tidur dan menarik selimut, sementara kak Donna masih ngobrol dengan temennya, Deby malam itu datang untuk ngucapin met ultah ke kak Donna karena malam minggu tidak bisa datang ke acara ultah kak Donna.

Tengah malam aku terbangun karena aku denger suara berisik dan springbed aku yang tidurin juga bergoyang, aku buka mataku sambil menormalkan kesadaranku, aku tidur disisi kanan ranjang miring kearah tembok, aku dapati diriku masih didalam selimut/bedcover sambil masih memeluk guling.
Aku tidak segera membalik badan ketika aku sudah sadar suara-suara berisik kecupan desahan nafas yang memburu itu tepat di belakang punggungku, disamping persis aku tidur.

Pelan-pelan dengan mata tertutup aku gerakkan badanku berganti posisi telentang, pelan-pelan aku buka mataku sedikit dan lewat ujung mata kiriku aku bisa melihat dan mendengar dengan nyata, suara=suara itu dari kak Donna dan Deby yang tengah berpelukan tanpa sehelai kain di tubuhnya.

Darahku berdesir..membuat seluruh kesadarku, rasa penasaranku mendorong aku ingin melihat dengan lebih nyata dan jelas adegan di depan mataku tepat disampingku.

Pelan-pelan aku gerakkan tubuhku dengan mata masih tertutup, kini aku miring ke kiri kearah kak Donna dan Deby, pelan-pelan aku buka mataku sedikit sebatas aku bisa melihat jelas apa di depanku, dengan hidung dan mulut ketutup ujung guling yang aku peluk, kini aku merasa nyaman membuka mata.

Aku melihat kak Donna dan Debby bergumul diatas selimut/bedcover sedangkan badanku tertutup selimut/bedcover yang sama.
Berbagai gaya ciuman pelukan dekapan jilatan aku saksikan semua secara bergantian antara kak Donna dan Debby, mereka seakan tidak mempedulikan aku yang berada disampingnya.

Tiba-tiba kak Donna bangun dan pergumulan itu, sedangkan Deby masih telentang, kak Donna sekarang seperti berjongkok diatas tetek Deby mengahap kearah kaki Deby, sejenak kemudian kepala kak Donna benamkan antara dua paha Deby, astaga..aku bisa melihat dengan jelas kak Donna jilatin meqi Deby, dan secara otomatis pantat kak Donna yang awalya duduki tetek Deby sekarang sedikit terangkat, kini meqi kak Donna tepat diatas mulut Deby, dan dengan rakusnya Deby jilatin meqi sambil mendesah-desah.

Kini mereka saling menjilatin meqi, pandangan di depan mataku, dan suara erangan desahan itu..membuat aku terangsang, pelan-pelan aku masukkan jari-jariku dkedalam cdku, aku raba-raba dan elus-elus meqiku seperti semalam kak Donna memperlakukanku, mataku tanpa berkedip melihat mereka, makin lama mereka seperti liar melakukan jilatan-jilatan itu…..dan kemudian secara hamper bersamaan mereka nafasnya seperti memburu, mendesah..pantat kak Donna aku perhatikan seperti menegang, sama seperti aku kalau menghetikan dan mengakhiri kalau kencing….tiba-tiba kak Donna menjilatan paha Debby lantas seperti orang lemas dia peluk kedua paha Deby, dan kemudian kak Donna diam, dia tidurkan kepalanya di antara kedua paha Debby yang sudah dirapatkan, sejenak aku perhatikan kak Donna tidur diatas badan Deby seperti kodok, dengan kepala diatas kedua paha Deby, sementara meqi tepat diatas dagu Deby, jembi kak Donna kadang seperti tertiup angina kalau Deby tarik dan hembuskan nafas.

Aku masih asyik dengan jari dan meqiku sendiri, tertutup rapat dibalik selimut, tiba-tiba aku pejamkan mataku waktu aku lihat kak Donna bangkit turun dari ranjang, aku hanya dengarkan suara kecupan-kecupan…

“Thanks ya honey..” aku dengar suara Deby

Dan aku segera menghentikan aktifitas jariku, aku pura-pura tertidur pulas, tanpa bisa merasakan kenikmatan seperti semalam waktu kak Donna melakukannya padaku.

Berjam-jam selanjutnya aku tidak bisa tidur, sementara aku lihat kak Donna dan Deby tertidur pulas disampingku, dengan batas-batas kemampuanku berpikir dan pengalamaku dengan usia 13 tahun, aku coba mencerna dan pikirkan apa yang tengah terjadi peristiwa dua hari ini. Mungkinkah kak Donna dan Deby lesbian, dan kenapa aku senang diperlakukan kaya semalam oleh kak Donna.

Tiba-tiba aku teringat Aditya temen sekolahku yang baik, temen-temenku mengatakan kami pacaran, Aditya cowo yang ganteng pintar dan baik. Ah..kami hanya cinta monyet kami hanya pernah melakukan ciuman pipi, itupun dilakukan Aditya waktu aku sakit di sekolah dan dirawat dan ditungguin Aditya di ruang UKS. Sampai lelah sendiri aku mikir macem-macem, dan akhirnya aku tertidur dengan pertanyaan-pertanyaan itu.

“Non bangun…non Donna sekolah non…bangun..!!!” aku terbangun waktu bi Yayah ketok-ketok pintu ngebangunin kak Donna.

Hari-hari berikutnya, minggu-minggu berikutnya, bulan-bulan berikutnya dan tahun-tahun berikutnya aku masih sahabatan dengan Fara, kita masih saling gentian menginap kalau weekend.
Dan juga setiap aku nginap di rumah Fara, selalu tidur di kamar kak Donna, dan selalu ditengah tidurku kak Donna mencumbuku seperti biasanya.
Hubunganku dengan kak Donna susah sekali aku menjelaskan, dan sampai sekarang tidak ada orang tahu, “hubungan” ini terasa aneh karena aku dan kak Donna tidak pernah saling mengkomunikasikan, hasrat atau rasa sayang, atau cinta, atau nafsu yang tidak pernah aku dan kak Donna omongin.

“Hubungan” itu berlangsung hamper 4 tahun, dari aku kelas 1 SMP sampai kelas 2 SMA, sedangkan kak Donna sampai dia kuliah. Dan ketika keluarga Fara harus pindah ke Surabaya ketika papanya memutuskan bisnis mebel antik di Surabaya, aku sudah mulai jarang telepon dan akhirnya lost kontak.

Dan sejak kepergian mereka, aku seperti layang-layang putus, aku juga mulai tidak berminat pacaran dengan cowo, hingga akhirnya aku sadari diriku ternyata mencintai sejenis, itupun aku hanya bisa memendamnya, karena sejak kepergian kak Donna aku juga tidak berhungan dengan cewe lain.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Masukan Komentar Anda

Koleksi Gambar Gw...

 

Free Blog Templates

Powered By Blogger

Easy Blog Trick

Powered By Blogger

Blog Tutorial

Powered By Blogger

© 3 Columns Newspaper Copyright by Kumpulan Cerita Dewasa cerita panas cerita sek serta koleksi gambar - gambar untuk 17 tahun + | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks